Cahaya
dan Alat Optik
Cahaya dapat kita temui dimana-mana.
Tetapi apakah cahaya itu? Cahaya menunjukkan beberapa sifat tertentu yang mirip
dengan sifat gelombang. Cahaya memantul dengan cara yang sama seperti gelombang
memantul. Pada bab ini kamu juga akan mengamati beberapa sifat lain gelombang
yang dimiliki cahaya, misalnya pembiasan dan dispersi. Kamu juga akan
mempelajari bagaimana mekanisme pemantulan cahaya pada cermin datar, cermin
cekung, dan cermin cembung. Selain itu, kamu juga akan mempelajari bagaimanakah
pembentukan bayangan karena pembiasan cahaya pada lensa cekung dan lensa
cembung. Kamu diharapkan dapat memanfaatkan berbagai aturan pemantulan dan
pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, fenomena pemantulan dan
pembiasan ini bermanfaat untuk merancang alat-alat optik, misalnya pada lup,
kamera, mikroskop, dan teropong.
Sifat-sifat
Cahaya
Amatilah alam sekitarmu. Langit cerah berwarna biru, sawah hijau
kekuning-kuningan, serta bunga beraneka warna. Tahukah kamu, bahwa kamu dapat
melihat semua itu karena adanya sesuatu di alam ini yang disebut cahaya.
Mungkin pernah terjadi suatu malam lampu di rumahmu padam. Dapatkah kamu
melihat benda-benda di sekitarmu? Apa yang harus kamu lakukan agar benda-benda
di sekitarmu itu dapat terlihat kembali?
Sudah sejak lama manusia menemukan
bahwa api dapat menghasilkan cahaya. Selanjutnya ditemukan obor, lilin, lampu
minyak, sampai lampu listrik. Kita bahkan menggunakan baterai untuk menyimpan
energi yang dapat menghasilkan cahaya pada lampu senter. Alami atau buatan,
cahaya mungkin merupakan suatu misteri bagimu. Kamu tidak dapat memegang cahaya.
Cahaya tidak mempunyai wujud, namun cahaya ada di sekitarmu. Kamu mungkin
mengira tidak tahu banyak tentang cahaya. Itu tidak sepenuhnya benar. Sebab
cahaya memiliki beberapa sifat yang serupa dengan bunyi. Pada saat kamu
mempelajari cahaya, perhatikan persamaan dan perbedaan antara cahaya dan bunyi.
Sekarang, marilah kita pelajari sifat-sifat cahaya itu.
Cahaya
Merambat Lurus
Dari sebuah sumber cahaya, cahaya merambat ke semua arah. Apabila medium yang
dilalui cahaya itu serba sama, bagaimanakah rambatan cahaya itu? Untuk
menyelidiki bagaimana cahaya merambat, s. Pernahkah kamu merasa takut dengan
bayangbayangmu sendiri? Pernahkah kamu membuat bayangbayang di dinding dengan
tanganmu? Mengapa bayangbayang dapat terbentuk? Bayang-bayang terjadi sebagai
akibat cahaya merambat pada garis lurus. Hal ini tidak sulit untuk dipahami.
Jika kamu menyalakan lampu senter dalam ruangan yang gelap,
Pemantulan
Cahaya
Sesaat
sebelum kamu berangkat sekolah, kamu mungkin menyempatkan bercermin sejenak
untuk melihat penampilanmu. Agar kamu dapat melihat bayanganmu di cermin,
cahaya harus terpantul darimu, mengenai cermin, dan dipantulkan kembali oleh
cermin ke dalam matamu. Pemantulan cahaya terjadi ketika cahaya mengenai suatu
benda dan dipantulkan oleh benda tersebut.
Hukum
Pemantula
Berkas sinar yang
mengenai cermin disebut sinar datang. Sedangkan berkas sinar yang meninggalkan
cermin disebut sinar pantul. Sebuah garis putus-putus yang digambar tegak lurus
permukaan cermin disebut garis normal. Sudut yang dibentuk oleh sinar datang
dan garis normal disebut sudut datang, yang dilambangkan dengan i. Sedangkan
sudut yang dibentuk oleh sinar pantul dan garis normal disebut sudut pantul,
yang dilambangkan dengan r. Hukum pemantulan menyatakan bahwa sudut datang sama
dengan sudut pantul. Setiap cahaya yang dipantulkan, apakah dipantulkan dari
sebuah cermin, aluminium foil, atau bulan mengikuti hukum pemantulan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar